Postingan

Catatan Hati Seorang Istri ....... First Post in Soooo Long

Setelah sangaaaat lamaaaaaaaaaa sekali tidak menulis, tiba-tiba jadi tertarik lagi untuk masuk dunia ini. Gara-garanya baca postingan anak-anak muda keren yang berbagi tentang segala hal.....jadi ikut-ikutan deh pengen nimbrung ngeramein.....Selain itu juga lumayan terinspirasi dengan sinetron CHSI (Catatan Hati Seorang Istri) di RCTI tentang kehidupan Hana yang penuh banget cobaan n rintangan. Dulu pernah baca bukunya, dikasih pinjem temen. Kebetulan pada saat itu memang dalam kondisi zuper duper dropz. Ada banyak kisah di dalam buku itu yang semakin membuat saya bersyukur bahwa kehidupan saya lebih baik. Meskipun banyak masalah yang sedang dihadapi dalam waktu bersamaan pada saat itu, alhamdulillah.....masih banyak kenikmatan-kenikmatan lain yang masih bisa dirasakan.  Meskipun, pada saat kita sedang berada di tengah badai, sepertinya semua pintu keluar sudah tertutup semua. Tetapi jika kita percaya, ada akhirnya Tuhan memberi jalan dengan cara yang tidak kita duga sebelumny...

Awal dari Sebuah Pertemuan

Ada wajah tampan menyapaku Mungkin dia hanya salah mengirimkan pesan Ahhh......mungkin, hanya sekedar mungkin....dia memang menyapaku Kutatap sekali lagi saja wajah menawannya Tuhan....dia memang sangat tampan Kasihan....dia salah mengirimkan pesan Tuhan...makhluk menawan itu kembali dengan pesannya yang lain Aaahhh....mimpi ini terlalu muluk untukku Kucoba saja membalasnya Kuharap langit akan tetap di tempatnya Kuharap mendung memang sudah enggan menyapa Tuhan...adakah ini nyata? Tuhan dengarlah...... Dia sedang menyapaku Dia tunjukkan bintang yang indah di angkasamu Dia lantunkan gemericik air sungaimu Dia hadirkan balutan kabut di pagimu yang sejuk Tuhan lihatlah.... Dia sedang mendengarku Dia dengarkan senandung sumbang yang kupetik Dia dengarkan alunan nada tak enak yang kutanam Dia dengarkan melodi aneh yang kutuai Tuhan......terimakasih Aku yang tak pernah punya arti Telah dia beri satu arti

Catatan di awal mei

Lembayung mulai bergantung indah di langit sore Berat udara mulai terasa Sedikit menyentuh kulitku yang mulai terasa menggigil Deru nafas mulailah terasa sesak Aku butuh selimut Mentari mulai malas menyinari Seulas warna malam mulai merangkul cerahnya langit Pagi....lekaslah engkau datang Aku mulai terlelap Subuh....lekaslah menjelang Aku rindu hari esok Aku ingin kembali memulai Ahriku adalah indah Hariku adalah sempurna Tubuhku sudah mulai enggan bertemu duka Aku bahagia

Catatan di Awal April

Ada sesuatu dalam caranya menatap. Kupikir dia hanya seperti itu. Sempat terlintas tanya...masihkah teman belum dia dapat?. Kau begitu manis dalam tatapanku di ujung jauh. Rasa itu sempat saja hadir. Ingin sekedar melihat senyum dari raut segar tanpa suara. Dingin. Berkesan tidak peduli. Pembosan. Aku ingin bertemu....hanya sekali saja dan kali yang lain dengan suara dan senyum yang tampak untukku. Sang pangeran.....masihkah kau ini sendiri??? Aku ingin bertemu tapi tidak ingin hanya sekedar untuk bertemu. Adakah ruang itu untukku? Sisakan untukku. Akan aku simpan kau dalam tempat yang memang seharusnya. Hatiku. Sebelum itu.....enyahkan yang lain untukku. Buatkan aku istana dan tempatkan istana itu dengan kokoh di hatimu. Biarkan kita bertemu......selalu.....kuingin sekali ini menjadi selamanya.............

I AM SO HAPPY

Ketika pertama kali melihat masuk ke dalam kamarku yang sudah sedikit mengalami perubahan, terasa sekali bedanya. Tempat tidur ekstra yang biasa dijejalkan dekat jendela depan, diganti dengan sebuah sofa berwarna orange lembut. Sofa itu kulengkapi dengan sebuah bantal besar dengan warna yang sama dan boneka beruang kesayanganku. Disebelahnya, tersimpan meja kecil. Melengkapi semua itu, sub woofer dengan bentuk gendut pendek diganti dengan model langsing dan tinggi. Terasa lengkap dan yang pasti ....kamarku sudah tidak terasa sesak lagi. Dengan penataan baru di dalam kamarku.....dimana semua aktivitas emosi dan relaksasi biasa kulakukan, menjadikan semuanya terasa sempurna. Perubahan kecil itu, entah kenapa bisa memberi banyak perubahan pada semua urusan hati. Jadi pengennya senyum terus setiap hari. Apalagi setelah jendelaku di pasangi gorden berwarna putih....serasa jadi tuan putri he....he...he....Mungkin Agak terlalu berlebihan,ya......... Semua hal yang membuatku bete ...

Hanya Ingin Menulis

Beberapa kejadian pada bulan-bulan pertama tahun ini bagi saya, banyak sekali menguras emosi. Banyak dari setiap peristiwa membawa pada pengetahuan yang kemudian masih juga menyisakan tanya. Ada ketidakmengertian dalam menjalani hari-hari. Terutama hubungan antar manusia dan alamnya, yang selanjutnya saya hubungkan kedekatannya dengan Sang Pencipta. Sebagai umat Tuhan, kita semua pada hakikatnya diciptakan sama. Tetapi, dalam perjalanannya begitu beragam perilaku yang membuat semuanya menjadi tidak sama. Kompleksitas dalam hal menilai, mengerti dan memahami dan selanjutnya saling berinteraksi antar sesama makhluk bernama manusia. Dalam permulaan tahun, ada kematian yang berujung pada pertanyaan mengapa orang baik selalu dipanggil lebih awal oleh Sang Maha. Kurasan air mata pertama yang benar-benar terlalu banyak menggugah keinginan untuk menjadi lebih baik bukan sekedar ada di mata manusia tetapi juga benar di mata Tuhan. Ketidakmengertian selanjutnya adalah kerumitan pikir yang justru...

Yang Tersayang

Sayangku...Berhentilah menangis Air susu bunda sudah habis Tak sanggup bunda mengemis dan mengais Demi susu yang harus bunda kasih Sayangku...Bunda ingin kau berhenti merintih Bunda tau kau dilanda perih Tak sanggup bunda menutup sedih Sayangku...Bunda minta kau untuk bertahan Rezekimu memang harus menunggu,sabarlah anakku Tatapanmu semakin kosong,sabarlah anakku Tangismu sudah hampir tak bisa bunda dengar,duh.....sabarlah anakku Sayangku...Tak cukup hangatkah pelukan bundamu? Berasa semakin dingin saja badanmu Berasa semakin rapuh saja tubuhmu Mengapa kau semakin menjadi diam anakku? Sayangku...Maafkan bundamu Bukan raga ini tak ingin mengganti deritamu Bukan tak ingin bunda untuk selalu memelukmu Bukan maksud bunda melepasmu Sayangku...Maafkan bundamu Tak bisa memberi hidup yang layak untukmu Sayangku...Sudah cukup sampai di sini bunda bersamamu Rabb sudah memanggilmu di sisi-Nya,bersama-Nya adalah yang terbaik untukmu Selamat tinggal anakku sayang