Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2008

Yang Tersayang

Sayangku...Berhentilah menangis Air susu bunda sudah habis Tak sanggup bunda mengemis dan mengais Demi susu yang harus bunda kasih Sayangku...Bunda ingin kau berhenti merintih Bunda tau kau dilanda perih Tak sanggup bunda menutup sedih Sayangku...Bunda minta kau untuk bertahan Rezekimu memang harus menunggu,sabarlah anakku Tatapanmu semakin kosong,sabarlah anakku Tangismu sudah hampir tak bisa bunda dengar,duh.....sabarlah anakku Sayangku...Tak cukup hangatkah pelukan bundamu? Berasa semakin dingin saja badanmu Berasa semakin rapuh saja tubuhmu Mengapa kau semakin menjadi diam anakku? Sayangku...Maafkan bundamu Bukan raga ini tak ingin mengganti deritamu Bukan tak ingin bunda untuk selalu memelukmu Bukan maksud bunda melepasmu Sayangku...Maafkan bundamu Tak bisa memberi hidup yang layak untukmu Sayangku...Sudah cukup sampai di sini bunda bersamamu Rabb sudah memanggilmu di sisi-Nya,bersama-Nya adalah yang terbaik untukmu Selamat tinggal anakku sayang

Ijinkan Aku Bertutur

Tunggu...... Janganlah dulu kau pergi Tunggulah aku sebentar saja Ijinkan aku untuk bertutur Kata yang kuucap mungkin kuranglah santun kau dengar Polah yang kutindak mungkin tidaklah selembut sang putri Image yang kubuat mungkin tak seindah lukisanmu Nuansa yang kubangun mungkin tak senyaman yang kau punya Aku ini hanya perempuan biasa,Tuan Aku punya hati untuk berbagi Aku punya rasa untuk mengerti Aku punya pikir untuk memahami Kelengkapan apa yang harus kumiliki agar bisa dimengerti,Tuan Apa salah diri ingin menjadi dipahami Sedikit saja palingkan wajah itu padaku Dengarlah aku sedang bertutur Kemolekan itu memanglah tak ada padaku Kecantikan bukanlah milikku Kesederhanaan pikir adalah yang kumau Kesetiaan adalah memang wujudku Bukan aku tidak suka akan gemerlap pesta,Tuan Bukan aku tak suka keramaian malam Bukan aku tak mengerti kesenangan fana Bukan aku ingin selalu mengucap talak Tetapi........... Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama dan ak...

Sekedar Bertanya?????

Jika diri adalah seekor burung yang ingin selalu terbang untuk mencari sebuah penghidupan. Perputaran awan pastilah jalan yang memang harus dilalui, ditempuh, dan memang mungkin harus dihadang. Apakah yang salah dengan hal itu? Apakah diri terlalu sombong untuk sekedar melalui apa yang ingin diraih? bukan tujuan fana yang ingin dinikmati. Tapi hanya sepenggal hidup untuk bekal menuju keabadian. Apa yang salah jika diri merasa itu adalah benar? Apa mungkin memang aku ini terlalu egois? Hanya sekedar bertanya........ Apa mungkin aku ini memang setelan pas dari keangkuhan? Atau hanya sepercik bening embun yang banyak kuharap dari sebuah kehidupan duniawi adakalanya.....yang sederhana itu, ternyata terlalu rumit dan melelahkan untuk dilalui. Aku memang lelah...... Sayapku hampir saja patah.... badai itu menjadi terlalu sering datang bersama sang awan Selalu memaksaku menyerah......... Jangan marah........Jangan marah.......Jangan marah...... Perjalanan masih belum sampai sedepa Tapi hati t...

Atas Nama Cinta

Buih rindu menepi menyentuh telapak hati. Ada sebilah nafsu menghunus menusuk dalam geliat tubuh. Tarian sayang mulai menggoyah nurani. Atas nama cinta.....akankah semua dipersembahkan? Raupan hangat bebutir rasa. Membuncah kalbu yang selalu ingin menepi. Gemerisik keindahan mulai memudarkan akal sehat. Logika tidak lagi menjadi tumpuan. Semua.....dipersembahkan atas nama cinta. Gemuruh angin meniupkan hawa yang semakin mendingin. Membekukan. Getar pesona semakin membahana. memberikan pelukan hangat pada raga yang mulai menggigil. Riang jiwa bersorak. Penyatuan yang sempurna. Atas nama cinta.........beginikah hidup yang harus dijalani?

Semangat Yooo.........

Kicau burung dan hangat mentari mulai menyapa. Kenyamanan peraduan dalam selimut yang memeluk hendaknya segera dilipat, disimpan rapi. Selamat bertemu pagi.......... Geliat mulai memuncak melingkupi tubuh yang enggan untuk beranjak menyongsong hari. Akankah ini awal bagi sesuatu yang baik atau hanya sebuah perjalanan semu lain yang musti ditempuh. Geretak suara roda penjual roti dan lantangnya penjaja koran, menyerukan semangat. Ini adalah waktu terbaik memungut rezeki demi kepulan asap nasi. Tubuh tetap saja enggan bergerak. Ada rasa takut untuk menjalani hari. Akankah semua berjalan sesuai kehendak. Atau hanya jalan pengabai ketidakseimbangan dalam meniti hidup. Jembatan jiwa dan hati mulai bersorak ramai, mencari keputusan atas tubuh yang masih terpaku. Hari ini memang harus dilalui. Bukan untuk disesali. Masih mata ini enggan membuka. Pelukan erat yang hangat enggan dilepas. Hmmm.......hari ini bangunlah engkau. Bukalah mata. Jika semua berakhir dengan duka, setidaknya di situ ada ...
Wanginya tanah terguyur segarnya air hujan. Rumput mengering bersorak tegak menyambut sang pemberi hidup. Nuansa alam kembali tercipta. Geliat semangat orang kehausan mulai terasa. Betapa lemah makhluk jika hidup dipaksa tanpa hujan.

Sebuah Kata Bernama Kesendirian

Air mata tidak lagi bisa menepis gundah. Kelelahan dalam tempuhan jalan yang dilalui. Tujuan tidak lagi memiliki arah. Adakah kesunyian senantiasa melingkupi. Hati sudah tidak lagi mengetahui rasa. Kesendirian menjadi kehampaan. Kesempurnaan adalah sebuah kekosongan, makna dari ketidakberdayaan. Apalagi yang harus dilalui. Hamparan keindahan tidak lagi bisa menjadi obat penawar gundah. Keramaian menjadi ketidakberdayaan. Kemarin, hidup menjadi sebuah harapan, tujuan adalah keharusan. Sekarang, lelah diri untuk berjalan. Apa sudah mati rasa di diri. Apa sudah luka ini mengelilingi. Apa Diri sudah menjadi kesalahan. Hidup............ Selalu, mungkin memang seharusnya menempuh episode dimana mata sudah tidak lagi dapat menangis. Kalbu sudah tak bisa lagi beranjak. Pikir sudah tidak lagi ada daya. Elegi hidup...........kapan akan bermuara? Apa sudah saja menyerah. Hidup cukup sampai untuk sekarang. Di sini. Tuhan pasti ada rencana. Hidup haruslah sampai pada hari esok. Berjalan di atas deb...

Sebuah Kenangan

Lukisan alam adalah sebuah kesempurnaan bahwa hidup tetaplah bisa untuk dibingkai, disimpan dan diyakini semua pasti memiliki makna. Ayunan perahu dalam bentangan sebuah situ, melaju melewati untaian keindahan yang terus bergulir. Harumnya, segarnya, nikmatnya hirupan udara dalam terpaan angin yang mengelus lembut, memikat. Adalah keutamaan jika saja langit bisa dibiarkan begitu indah. Keserasian dalam ukiran pena Sang Pencipta. Betapa semesta bagitu mengusik ketidakberkesudahan hidup yang dirasa penat. Menyelisik dalam benak, sebuah benang kusut hendak terurai. Adakah bisa senantiasa bertahan terhadap keindahan karya seni Sang Penguasa?. Sejenak, berdiri dalam pelukan hangat harmonisasi. Damai menjadi sebuah mimpi yang tercipta. Dalam sebuah situ di pojok Paris van Java.

Untuk yang Lagi in Love

Ketika hati berkata bahwa dia adalah semua yang kau inginkan. Tidaklah boleh raga menyerah. Untuk bisa bersamanya adalah sesuatu yang harus benar-benar engkau pastikan. Pastikan bahwa dia juga mencintaimu. Hidup tidaklah berakhir. Jika dia berkata tidak padamu. Hanya saja......... Kau harus harus mendengar dia berkata bahwa memang dia tidak ingin ada bersamamu. Mengukir hari dalam sisa hidup bersama. Sang waktu adalah eksekutor terbaik untuk melihat sebuah kesungguhan dari hati. Jika semilir angin tepi pelabuhan menghembus semakin mantap. Hendaknya perahu segera bertepi. Penantian panjang dari hati belahan jiwa bisalah diakhiri, Hidup bisa berlanjut bersama Sang Nahkoda.

Aku

Ada apa yang salah? kenapa begitu banyak hal yang sangat sulit untuk dprediksi?. Keinginnanku. Menjalankan semua semampuku. Sekuat yang akau bisa. Kenapa harus semua menjadi suatu kekacauan. Hal yang menjadi mimpi buruk adalah ketika realita tidaklah semenarik apa yang ada dalam bayangan. Andai saja tidak ada orang, andai saja aku bisa hidup sendiri. Andai aku bisa jadi apapun yang aku mau. Semua punya keterbatasan. Ketergantunganku pada orang lain menjadikan kekecewaan adalah bagian yang sulit untuk kuhindari. Aku butuh seseorang untuk membantu pekerjaanku. Aku sangat jengkel dengan segala keterbatasanku. Kenapa sulit sekali menggapai sebuah harapan?. Aku hampir membenci kehidupanku sendiri. Andai semua bisa segera untuk diakhiri. Aku ini adalah gambaran dari sebuah kekurangan. Ketidakberdayaan. BAhwa aku adalah manusia yang harus dipaksa hidup dengan manusia lainnya. Aku ini bukanlah siapapun. Entah siapa Aku. Hanya saja.......semakin dijalani tentang aku, semakin ketidakmengertian m...

Pertemuan

Semakin banyak hal yang kulihat, dan kudengar, semakin banyak pula yang tidak aku mengerti. Semua hal terasa kosong. Pernah terpikir sebelumnya bahwa pertemuan adalah satu kisah lain, untaian proses hidup yang kembali harus dilalui. Banyak hal terasa gersang, aneh. Ketidaktahuan membawa pada banyak kebimbangan. Kenapa semua berjalan harus seperti ini. Pertanyaan yang kembali harus berulang. Kebahagiaan dan kesedihan berada pada satu titik garis tipis. Keindahan pertemuan adalah kesesuaian ide, semangat dan cerita yang dirangkai dengan kepercayaan bahwa hidup bisalah berjalan dengan semestinya. Airmata dibagi bersama, tawa ditebar pada setiap perjumpaan. Ketenangan hati berbalut kehangatan yang mengisi keringnya dahaga akan kebersamaan. Nurani menginginkan semua berjalan dalam keindahan. Tetapi ada kalanya luka lebih banyak menoreh dalam kalbu. Ketika harapan berkembang menjadi sebuah ketidakpastian. Meninggalkan kekecewaan.

Sendiri

Ketika kita dipaksa untuk berdiri dalam kesendirian. Apa dapat dirasa selain kepenatan. Tidak ada kawan untuk berbagi. Sepi................. Siang dunia serasa ramai oleh semua perilaku manusia. Tapi ketika malam menjemput, suara tak ada yang menepi. Kembali, kekosongan adalah jawaban. Hampa menjadi maksud. Angin selalu bertiup berkawan awan atau bermandi hangat sinar mentari. Memberi harapan bahwa hidup adalah bukan tentang kesendirian. Air bergulir ditemani riang gemericik bunyi bebatuan. Alam bersabda bahwa kami saling berbagi pada setiap makhluk. Jikalau manusia sendiri, kepunahan pasti datang menghampiri.

Kekecewaan

Ketika khayalan tentang kesempurnaan itu hadir di dalam renungan. Tercetak dalam dunia nyata. Mengetahui bahwa tiadalah kesempurnaan itu. Kembali....perdebatan, mengapa pertanyaan selalu berulang. Hidup nyata sulit untuk dijalani. Tidak mudah untuk diraih. Tenggelam dalam mimpi yang selalu bertepi pada ketidakberdayaan. Masa adalah aspirin terbaik dalam meniti keinginan yang tak terpenuhi. Jiwa senantiasa meminta. Aku ingin hidup tidaklah seperti ini.