Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2008

Awal dari Sebuah Pertemuan

Ada wajah tampan menyapaku Mungkin dia hanya salah mengirimkan pesan Ahhh......mungkin, hanya sekedar mungkin....dia memang menyapaku Kutatap sekali lagi saja wajah menawannya Tuhan....dia memang sangat tampan Kasihan....dia salah mengirimkan pesan Tuhan...makhluk menawan itu kembali dengan pesannya yang lain Aaahhh....mimpi ini terlalu muluk untukku Kucoba saja membalasnya Kuharap langit akan tetap di tempatnya Kuharap mendung memang sudah enggan menyapa Tuhan...adakah ini nyata? Tuhan dengarlah...... Dia sedang menyapaku Dia tunjukkan bintang yang indah di angkasamu Dia lantunkan gemericik air sungaimu Dia hadirkan balutan kabut di pagimu yang sejuk Tuhan lihatlah.... Dia sedang mendengarku Dia dengarkan senandung sumbang yang kupetik Dia dengarkan alunan nada tak enak yang kutanam Dia dengarkan melodi aneh yang kutuai Tuhan......terimakasih Aku yang tak pernah punya arti Telah dia beri satu arti

Catatan di awal mei

Lembayung mulai bergantung indah di langit sore Berat udara mulai terasa Sedikit menyentuh kulitku yang mulai terasa menggigil Deru nafas mulailah terasa sesak Aku butuh selimut Mentari mulai malas menyinari Seulas warna malam mulai merangkul cerahnya langit Pagi....lekaslah engkau datang Aku mulai terlelap Subuh....lekaslah menjelang Aku rindu hari esok Aku ingin kembali memulai Ahriku adalah indah Hariku adalah sempurna Tubuhku sudah mulai enggan bertemu duka Aku bahagia

Catatan di Awal April

Ada sesuatu dalam caranya menatap. Kupikir dia hanya seperti itu. Sempat terlintas tanya...masihkah teman belum dia dapat?. Kau begitu manis dalam tatapanku di ujung jauh. Rasa itu sempat saja hadir. Ingin sekedar melihat senyum dari raut segar tanpa suara. Dingin. Berkesan tidak peduli. Pembosan. Aku ingin bertemu....hanya sekali saja dan kali yang lain dengan suara dan senyum yang tampak untukku. Sang pangeran.....masihkah kau ini sendiri??? Aku ingin bertemu tapi tidak ingin hanya sekedar untuk bertemu. Adakah ruang itu untukku? Sisakan untukku. Akan aku simpan kau dalam tempat yang memang seharusnya. Hatiku. Sebelum itu.....enyahkan yang lain untukku. Buatkan aku istana dan tempatkan istana itu dengan kokoh di hatimu. Biarkan kita bertemu......selalu.....kuingin sekali ini menjadi selamanya.............