Ijinkan Aku Bertutur
Tunggu......
Janganlah dulu kau pergi
Tunggulah aku sebentar saja
Ijinkan aku untuk bertutur
Kata yang kuucap mungkin kuranglah santun kau dengar
Polah yang kutindak mungkin tidaklah selembut sang putri
Image yang kubuat mungkin tak seindah lukisanmu
Nuansa yang kubangun mungkin tak senyaman yang kau punya
Aku ini hanya perempuan biasa,Tuan
Aku punya hati untuk berbagi
Aku punya rasa untuk mengerti
Aku punya pikir untuk memahami
Kelengkapan apa yang harus kumiliki agar bisa dimengerti,Tuan
Apa salah diri ingin menjadi dipahami
Sedikit saja palingkan wajah itu padaku
Dengarlah aku sedang bertutur
Kemolekan itu memanglah tak ada padaku
Kecantikan bukanlah milikku
Kesederhanaan pikir adalah yang kumau
Kesetiaan adalah memang wujudku
Bukan aku tidak suka akan gemerlap pesta,Tuan
Bukan aku tak suka keramaian malam
Bukan aku tak mengerti kesenangan fana
Bukan aku ingin selalu mengucap talak
Tetapi...........
Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama
Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama
dan akan selalu ada Rabb yang ingin aku bersama
Tak bisa sekarang kupinta tubuh untukmu
Tak bisa sekarang kupinta manis jiwa untukmu
Tak bisa sekarang kupinta diri selalu untukmu
Tak bisa sekarang kupinta patuh menjadi milikmu
Tuan.........
Aku memanglah sangat biasa
Aku ingin hidup dengan biasa
Pergilah jika memang aku tetap salah menjadi aku yang biasa
Tuan.........
Selesailah sudah tuturku kini
Rabb-ku pasti mengerti kenapa aku tidak bisa bersamamu
Karena aku juga sudah bisa mengerti
Janganlah dulu kau pergi
Tunggulah aku sebentar saja
Ijinkan aku untuk bertutur
Kata yang kuucap mungkin kuranglah santun kau dengar
Polah yang kutindak mungkin tidaklah selembut sang putri
Image yang kubuat mungkin tak seindah lukisanmu
Nuansa yang kubangun mungkin tak senyaman yang kau punya
Aku ini hanya perempuan biasa,Tuan
Aku punya hati untuk berbagi
Aku punya rasa untuk mengerti
Aku punya pikir untuk memahami
Kelengkapan apa yang harus kumiliki agar bisa dimengerti,Tuan
Apa salah diri ingin menjadi dipahami
Sedikit saja palingkan wajah itu padaku
Dengarlah aku sedang bertutur
Kemolekan itu memanglah tak ada padaku
Kecantikan bukanlah milikku
Kesederhanaan pikir adalah yang kumau
Kesetiaan adalah memang wujudku
Bukan aku tidak suka akan gemerlap pesta,Tuan
Bukan aku tak suka keramaian malam
Bukan aku tak mengerti kesenangan fana
Bukan aku ingin selalu mengucap talak
Tetapi...........
Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama
Ada Rabb yang selalu ingin aku bersama
dan akan selalu ada Rabb yang ingin aku bersama
Tak bisa sekarang kupinta tubuh untukmu
Tak bisa sekarang kupinta manis jiwa untukmu
Tak bisa sekarang kupinta diri selalu untukmu
Tak bisa sekarang kupinta patuh menjadi milikmu
Tuan.........
Aku memanglah sangat biasa
Aku ingin hidup dengan biasa
Pergilah jika memang aku tetap salah menjadi aku yang biasa
Tuan.........
Selesailah sudah tuturku kini
Rabb-ku pasti mengerti kenapa aku tidak bisa bersamamu
Karena aku juga sudah bisa mengerti
Komentar